Orakoberleren

Made by and for A. Susanto and S. Wahyuni

View the Project on GitHub

Memilih Reksadana Sesuai Profil Risiko

Berbicara soal investasi, termasuk reksadana itu seperti membahas dua sisi koin. Sisi pertama bicara keuntungan yang akan didapat dan sisi lainnya tentang risiko dari instrumen investasi tersebut. Keduanya tidak dapat dipisahkan.

Khusus berinvestasi di reksadana, calon investor sudah dibagi karakternya berdasarkan profil risiko masing-masing investor. Proses ini disebut KYC (Know Your Customer), di mana investor diwajibkan melakukan pertemuan dengan pihak manajer investasi atau agen penjual reksadana minimal satu kali berdasarkan ketentuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam proses KYC ini calon investor harus mengisi jawaban dari pertanyaan pilihan ganda tentang profil risikonya.

Dari hasil KYC ini akan terbagi tiga profil risiko dari calon investor yakni investor konservatif, investor moderat, dan investor agresif.

#Investor Konservatif

Tipe investor ini cenderung menghindari risiko, dia lebih memilih produk yang memberikan rasa aman dan nyaman. Mereka tidak mengejar keuntungan investasi yang sangat besar tetapi lebih keuntungan investasi lebih sedikit tapi memberikan hasil secara stabil. Investor ini cocoknya memilih investasi reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap.

Investor Moderat

Investor ini lebih adaptif dibanding tipe investor yang pertama. Naik dan turunnya nilai investasi bahkan risiko merugi siap ditanggung tipe investor moderat ini, tetapi mereka menghindari untuk rugi besar. Di sisi lain mereka mengharapkan imbal hasil investasi yang bukan minimal. Risiko yang diambil sebanding dengan keuntungan investasi yang diharapkan. Tipe investor ini cocoknya memilih reksadana campuran.

Investor Agresif

Tipe investor ini biasanya sudah berpengalaman dengan berbagai jenis investasi. Mereka mengharapkan keuntungaan yang tinggi dan di sisi lain taidak masalah jika harus merugi dalam sekejap. Tipe investor ini biasanya memiliki tujuan keuangan yang sangat panjang. Misalkan mengumpulkan dana untuk membeli rumah atau dana kuliah anak. Produk reksadana saham cocok untuk tipe investor ini.

Hal yang jadi pertanyaan, jika investor sudah mengisi dan tahu profil risikonya masing-masing, apakah wajib memilih reksadana sesuai risikonya? Jawabannya adalah tidak. Karena hasil KYC tersebut hanya digunakan sebagai panduan dan rekomendasi saja untuk investor bukan suatu kewajiban yang harus diikuti. Tapi jika diikuti tentu akan lebih baik

Pihak manajer investasi pasti membebaskan kepada calon investor untuk memilih jenis produk reksadana yang dipilih. Tapi dengan catatan, calon investor sudah tahu konsekuensi risiko dari pilihan jenis produk reksadana yang dipilih seperti penjelasan tiga jenis investor di atas.

Biasanya manajer investasi akan menyarankan produk investasi sesuai kebutuhan tujuan finansial sang calon investor. Jika memang untukdalam waktu 1-2 tahun akan disarakan reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap. Sedangkan untuk jangka panjang di atas 5 tahun disarankan untuk memilih produk reksadana saham agar hasil investasi yang lebih maksimal.

[Artikel ini dipersembahkan oleh Samuel Aset Manajemen]


back to homepage