High Five random stuff written

Tenis Pilihan

Jika dirata-rata, win rate kemenangan saya untuk prediksi tenis baik juga. Melebihi dari olahraga lain, seperti sepakbola apalagi basket. Kemungkinan Murray mengalahkan Djokovic itu kecil. Walau bisa. Jika bermain solo, jelas tenis itu sangat mencolok sekali kualitas pemain ranking 25 dengan 50, 25 dengan 100, 1 dengan 25.

Kalau dalam olahraga beregu macam sepakbola odds-nya menghasilkan gap yang lebih besar. Saya kira begitu. Karena beregu maka pemain yang punya skill harus mengandalkan pemain setim. Memadukan tiap-tiap individu dalam tim ini yang sulit. Pertandingan Chelsea lawan Bournemouth di Desember lalu bisa bikin saya memahami hal ini. Main di kandang, tim kualitas A, rutin menyerang, tiba-tiba kalah oleh sebuah gol yang tidak diduga. Ya mungkin ada ‘luck’. Tapi kualitas seorang pemain itu sangat berharga pada olahraga individual.

Pagi ini saya klik prediksi di nomor tenis. Ada lima pertandingan WTA yang saya prediksi, semuanya hanya lihat ranking. Saya menjagokan Maria Sakkari melawan Diatchenko. Sloane Stephens melawan Arina Rodionova. Asleigh Barty melawan Anastasia Pavlyuchenkova. Tatjana Maria melawan M. Vondrousova. Dan terakhir, Julia Gorges melawan Priscilla Hon.

Akan saya update postingan ini. Sementara itu, saya mau tonton dulu dengan khidmat Sakkari melawan Diatchenko.

Update: Sakkari menang. Secara mengejutkan, Sloane Stephens kalah dari petenis ranking 201 dunia.

Strategi Operator Seluler Gaet Pelanggan

Ini laporan dari Leo Dwi Jatmiko untuk Bisnis Indonesia, “Simalakama 2 Jalur Kartu Perdana”.

Pada Juli 2019, Smartfren mengumumkan telah memiliki layanan sim tanam atau embedded sim khusus untuk gawai bermerek iPhone.

Dengan kartu tersebut, Smartfren berusaha mengatasi kegundahan pengguna iPhone yang selama ini haya dapat menggunakan satu nomor, akibat slot kartu di iPhone hanya diperuntukkan satu kartu.

Melalui teknologi ini, Smartfren menargetkan 200.000 pelanggan baru yang juga pengguna iPhone.

Apa saja keuntungannya?

Pertama, Smartfren mendapat pelanggan baru dan peluangnya sangat besar, sebab hanya Smartfren yang memiliki e-SIM saat ini di Indonesia. Kedua, rata-rata pendapatan Smartfren yang dibukukan dari pelanggan pengguna e-SIM juga sangat potensial, sebab pengguna e-SIM diperkirakan orang yang memakai iPhone keluaran terbaru, dengan strata ekonomi kalangan atas. Ketiga, Smartfren tidak perlu mengeluarkan biaya untuk produksi kartu sim fisik atau sim tradisional.

Telkomsel pun melakukan terobosan. Dengan produk bernama by.U yang merupakan layanan provider serba digital dengan kelebihan memberi kebebasan bagi pelanggan untuk mengustomisasi paket yang akan dibeli.

Melalui produk ini, Telkomsel berusaha mengincar peluang pangsa pasar 44 juta pelanggan muda yang tersebar di seluruh Indonesia. Telkomsel menargetkan hingga akhir 2019 dapat merangkul 200.000 pelanggan baru.

Menjadi sinyal penggerus keuntungan pemilik konter-konter pulsa. Beli pulsa bisa lewat M-Banking, aplikasi toko online - dengan cashback yang rupa warnanya, Alfamart dan lain-lain. Bisnis dari penjualan kartu seluler pun akan langsung ditangani oleh provider, apalagi jaman menghendaki adanya e-SIM. Sebelumnya pemerintah juga membatasi layanan kartu seluler dengan NIK.

Pendekatan Berbeda Menteri Edhy

Jika sebelumnya kapal pencuri ikan dibakar oleh Susi Pudjiastuti, pendekatan berbeda diambil oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

“Sampai saat ini KKP di era saya sudah menangkap 7 kapal dengan 3 kejadian. Pertama, di Bitung, lalu Selat Malaka, dan ketiga hari ini,” kata dia. Berdasarkan data KKP, sejak Oktober 2014 hingga Mei 2019, sebanyak 516 kapal ilegal yang tertangkap di perairan Indonesia telah dimusnahkan. (Bisnis Indonesia)

7 unit kapal nelayan asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia dihibahkan ke nelayan lokal serta perguruan tinggi.

Bank Gencar Dekati Fintech

Bank mulai mengandalkan fintech untuk menjadi penyalur kredit. Satu persatu kerjasama bank dan fintech mulai terjalin. Misalnya, antara PT Investree Radhika Jaya atau Investree yang baru saja bekerja sama dengan BRI Agro.

Direktur Sales dan Bisnis Investree, Salman Baharudin mengatakan, BRI Agro akan menjadi institusi lender untuk Investree yang bentuknya seperti loan channeling. “Ada kesamaan model bisnis sehingga ke depan dapat memperluas lagi cakupan nasabah baik dari BRI Agro atau sektor lain yang terkait dengan UMKM Lain, “kata Salman, Kamis (9/1).

Pada tahap awal BRI Agro menyediakan Rp. 100 miliar untuk program kerjasama dengan Investree. Sebelumnya Investree juga sudah menggandeng Bank Mandiri. Ada juga Modalku dengan saat ini bekerja sama dengan bank yaitu PT BPR Varia Centralartha (Bank Varia), PT Bank Sinarmas Tbk dan bank lain.

Ini laporan Ahmad Ghifari untuk Kontan.

BNI Luncurkan ETF Kedua

Masih dari Investor Daily.

Reksa Dana BNI-AM ETF MSCI ESG Leaders Indonesia resmi dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan ticker XBES kemarin, Kamis (9/1). XBES merupakan reksa dana ETF kedua yang diterbitkan oleh perseroan. Sebelumnya, BNI-AM telah menerbitkan Reksa Dana BNI-AM Nusantara ETF MSCI Indonesia Equity Index dengan ticker XBNI pada tahun 2018.

Sebagai informasi, XBES menjadi reksadana ETF ke 39 yang dicatatkan dan diperdagangkan di BEI.

Direktur BNI Asset Management Reita Farianti menuturkan, faktor ESG kini menjadi salah satu dasar pengambilan keputusan bagi banyak investor terutama institusi untuk menentukan arah investasi, sehingga perseroan perlu menerbitkan ETF dengan tema ESG. “Alasan lain mengapa kami memilih ETF ESG adalah perusahaan yang mampu menghasilkan imbal hasil yang tinggi dan sustainable dalam jangka panjang adalah perusahaan yang memiliki pengelolaan ESG yang baik. Good ESG menjadi indikator dalam good management quality dan dalam jangka panjang turut kontribusi pada pertumbuhan perusahaan,” jelas Reita.

Saya belum pernah beli ETF. Pertimbangan utamanya tentu karena di pasar sekunder, volume perdagangannya masih kecil. Tapi saya betul-betul tertarik dengan reksadana ETF ini yang merupakan warisan dari Jack Bogle, pahlawan investor retail dunia. Siapa yang tidak tertarik dengan gaya investasi yang ikut indeks dan biarkan tumbuh seiring berjalannya waktu. Tak perlu repot baca laporan perusahaan, tinggal beli dan terus beli. Simpel dan mudah.