0009


Mendengar kabar bahagia itu menyenangkan. Karena bahagia itu sifatnya bisa menyebar, yang mendengar pasti ikut bahagia juga. Jadi, hei, saya senang mendengar siapapun bahagia. Cerita banyak-banyak. Salam bahagia.

0008


Libur bisa dinikmati dengan berbagai macam cara. Salah satunya adalah memanjakan diri untuk tidak bangun pagi. Saya punya banyak rencana untuk tubuh saya sendiri. Karena, sepertinya, tubuh saya mulai berontak dengan cara hidup yang pemiliknya jalani; makan tidak tepat waktu; sering nyemil atau makan besar di jam sembilan malam ke atas; nyemil kebanyakan sambil tiduran nonton Youtube; jarang makan buah; dan tidak olahraga. Oke. Cukup. Gaya hidup sehat harus segera dimulai. Dimulai hari senin saja boleh juga. Senin di bulan Agustus tahun 2020!

0007


Dapat kerajinan gerabah dari Klaten! Hari ini, kegiatannya lumayan. Lumayan bikin tenaga terkuras. Berangkat mampir kantor lewat Kartasura. Pulang lewat Jatinom, dan kesasar hingga desa Keposong, lalu sampai di Kecamatan Musuk. Tanya warung dekat kecamatan, menunjuk jalan ke RSU Pandanarang Boyolali. Aman. Cuaca, bersahabat. Saya membawa kamera, alat perekam, dan sebagainya dari kantor. Besok, libur. Minggu, libur. Indahnya.

0006


PUISI ADALAH PESTA Aan Mansyur

Puisi adalah pesta. Seperti ulang tahun atau pernikahan, tetapi benci perayaan. Ada beranda di halaman belakang buat setiap tamu yang datang. Aku biarkan orang-orang berbincang dengan dan bersulang dengan diri sendiri.

Aku mungkin tak berada di sana - Aku sedang duduk menemani diriku di taman kota atau perpustakaan atau terjebak pesta berbeda dalam puisi yang belum dituliskan.

Aku mengundang kau juga. Datanglah. Masuklah. Tak ada kamera tersembunyi yang mengawasimu seperti di tiap kota. Di puisiku hanya akan kau temukan tubuhmu jatuh ke lengan seseorang. Dia menciummu hingga kau lupa pernah merasa ditinggalkan.

Kau boleh membayangkan dia adalah aku atau siapapun yang kau inginkan.

0005


10.02 AM. Meliburkan diri. Besok pagi-pagi tugas lapangan ke Klaten. Lagi-lagi Klaten. Tak apa. Tugas lapangan biasanya berisi hal-hal menarik, karena bertemu orang baru. Meeting new people. Artinya ada perspektif baru, ilmu baru, obrolan baru, dan lain-lain yang baru bin menarik. Ada beberapa hal yang mau saya lakukan hari ini. Remeh-remeh saja. Main game. Ke bank untuk mengurus M-Banking dan cetak buku tabungan. Sebelum itu, saya mau leyeh-leyeh dulu. Dan, ya, saya ikut menyimak berita seputar reuni 212 melalui berita online. Karena tiap individu bebas mengeluarkan pendapatnya, maka pendapat saya, harusnya reuni ini tidak usah diadakan. Bingung juga motif di baliknya. Kapitra Ampera menyatakan ada motif politis di balik reuni. Saya sependapat. Mungkin saja. Seperti yang Wakil Presiden Jusuf Kalla katakan, reuni bisa diadakan di mana saja kapan saja. Lebih-lebih, aksi 212 yang dulu diadakan punya maksut dan tujuan, nah yang kali ini maksut dan tujuannya itu yang abu-abu. Untuk silaturahmi katanya.

0004


GTA: Vice City saya sudah lumayan. Kali ini, misinya tinggal yang rumit-rumit. Seperti, saat ini saya diminta mencuri tank. Lebih dari sepuluh percobaan berakhir nyaris semua. Stress juga. Malah bikin fun-nya sedikit terkontaminasi, dengan stress tadi. Tapi sumpah, GTA: Vice City ini candu. Apalagi bisa dimainkan offline. Game-nya juga beli resmi di Playstore. Rp. 58.000 keluar demi game ini. Downloadnya pakai kuota Prioritas. 0,98 GB. Tapi worth it sama ukuran besarnya. Namanya juga game open-world. Info lain adalah, web ini saya mau jadikan ‘new playground’. Akan saya belikan domain, mungkin. Membiarkan Wordpress dengan isinya jadi semacam perpustakaan digital - yang mungkin akan dihapus atau ‘marked as private’, yah tidak tahu nanti gimana. Menulis di sini repot. Tapi, memang itu yang dicari. Hitung-hitung belajar kode-kode yang sederhana.

0003


Kantor sedang lengang-lengangnya. Tapi kerjaan, sedang membeludaknya. Beberapa rekan aktivis pergi ke luar kota untuk aksi. Ini adalah hari penuh keriaan, harusnya: “Peringatan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan”. Saya duduk sendiri saat menulis ini. Riza, rekan magang saya, diminta memberi kuliah oleh dosen pembimbing skripsinya untuk mahasiswa semester lima. Mata kuliahnya Australia. OK. Cukup ceritanya. Saya masih banyak kerjaan.

Update 2:34: Tugas selesai dikerjakan, now is free time.

0002


Tubuh adalah pemberian alam. Dimaksudkan untuk melanjutkan kehidupan. Dalam niat alamiah itu, seksualitas bertumbuh. Tetapi kemudian peradaban tiba untuk mengatur. Maka tubuh menjadi tubuh yang diatur: oleh politik, oleh tradisi, oleh ilmu, oleh agama, oleh teknologi, oleh hukum, dst.

Tubuh ditertibkan oleh kehendak orang lain, oleh institusi.

Tubuh yang diatur menjadi tubuh yang tak otentik. Ia dimiliki tetapi kekuasaan atasnya ada pada orang lain. Di situlah ketegangan bermula karena norma sosial dan hak individual terus bersitegang. Terutama dalam kaitannya dengan pengakuan terhadap pilihan orientasi seksual, diskriminasi terjadi karena ketidakpahaman masyarakat dan keengganan negara dalam melayani warga negara yang dianggap ‘berbeda’.

Pada pengalaman kelompok LGBTQ, diskriminasi itu terasa menekan secara psikososial karena sekaligus ketiadaan pengakuan itu merembet ke dalam diskriminasi terhadap pekerjaan dan hak-hak keperdataan. Apalagi bila provokasi agama diajukan untuk melecehkan kedudukan sosial seseorang.

Pendidikan kewarganegaraan sangat diperlukan untuk menghasilkan kesetaraan. Di dalamnya negara memastikan bahwa hak dan kehormatan warga negara tak boleh dikurangi oleh diskiriminasi terhadap kelompok yang memilih paham sosial atau orientasi sosial yang berbeda dari yang dianggap umum. Penghargaan terhadap otonomi tubuh, penerimaan terhadap keragaman pengalaman hidup manusia adalah sumber pertumbuhan demokrasi.

Keadilan dan rasa etis justru diuji dalam kemampuan kita menghormati perbedaan.

Dalam dunia yang kini berkejaran dengan sikap-sikap intoleran dan kebencian-kebencian primordial, kita diminta agar mempertahankan ruang bebas pikiran, yakni tempat minimal untuk mengucapkan secara privat pengalaman dan harapan-harapan manusia. Itulah dunia sastra.

Imajinasi memerlukan ide. Yaitu proyeksi psikologi untuk mengucapkan sesuatu yang tak terucap di dunia publik. Sastra menjadi dunia tempat percakapan kegelisahan dilangsungkan. Pengalaman privat, keinginan eksistensial dan harapan-harapan manusia ditempatkan dalam ruang imajinasi itu. Semacam pembebasan filosofis.

Kumpulan ide buku ini adalah upaya menghadirkan hak dan harapan-harapan itu agar persaudaraan warga negara dapat selalu dimungkinkan. Agar diskriminasi dapat diakhiri. Agar demokrasi menghasilkan keadilan. Agar peradaban dapat diselenggarakan.

Mereka yang berkarya melalui sastra adalah mereka yang sering mengucapkan dunia yang tak adil. Sastra dan politik, saling menghidupkan. Sastra dan psikologi, saling menguatkan.

Buku ini mengendapkan harapan-harapan itu.

**Diambil dari Kata Pengantar dari buku dengan judul ‘Ibuku Lelaki’ yang saya baca hari ini di perpustakaan kantor. Kata Pengantar oleh Rocky Gerung.

0001


Sebenarnya hampir sama ya. Karena saya korban kekerasan. Suami saya juga suka menghajar. Langkah yang diambil Mbak Tami ini betul. Saya percaya, kalau suami saya bertobat, dia sembuh. Pikiran saya itu, saya pemaaf, sesuai kitab yang diajarkan ke saya. Saya kan Nasrani kan. Habis dihajar, saya memaafkan, begitu terus siklusnya. Karena dia pecandu Narkoba, Sabu. Saya dihajar, sampai empat tahun.

Ibu rohani saya kasihan. Karena saya curhat ke Beliau. Keyakinan saya Fendi, nama suami saya itu, berubah. Karena saya yakin. Sampai saya ketemu Ibu Ani, masuklah ke SPEKHAM. Akhirnya saya berhenti berdoa untuk taubatnya Fendi, saya doanya sekarang supaya bisa lepas dari Fendi.

Ketakutan saya sekarang, kan Fendi di penjara, takutnya nanti dia setelah ke luar, nyari saya lagi. Ibu Liza bilangnya, saya jangan kontak ke Fendi lagi. Waktu di pengadilan itu, saya gak mau kan disayang Fendi. Anak saya itu bilang, “Mbok, Bunda mau disayang Ayah. Ayah udah tak bilangin ben gak banggal piring meneh, kok.” Jadi di pengadilan itu malah drama sekali.

**Itu kutipan dari cerita yang dikisahkan oleh salah seorang perempuan korban kekerasan. Untuk mengunduhnya lengkap silakan klik di sini